4200 Tahun lamanya

4200 Tahun lamanya

 

Pernahkah kita merasa bahwa doa kita nggak pernah dikabulkan? Pernahkah kita berdoa setiap hari hingga diri ini lelah dan bosan namun tak kunjung menjadi kenyataan? Pernahkah kita merasa bahwa doa adalah suatu hal yang sia sia? Pernahkah kita merasa bahwa Allah itu tidak adil atau bahkan  kita anggap tidak ada hanya karena doa kita tidak pernah dikabulkan oleh-Nya?

Sesungguhnya doa kita itu tidak akan pernah sia sia. Allah selalu mendengar dan menjawab doa kita, namun karena kesombongan kita yang besar, jawaban doa dari Allah pun tidak dapat didengar. Seolah olah doa yang selama ini dipanjatkan harus “saat ini juga” dikabulkan. Kita tidaklah hidup di negeri dongeng yang ketika meminta permohonan langsung dikabulkan. Allah mempunyai caranya sendiri untuk  menjawab doa. Ada 3 cara Allah menjawab doa kita :

Pertama, Allah akan menjawab “Ya” dan akan memberikan apa yang minta untuk dijaga dan dirawat, karena kita pantas untuk mendapatkannya.

Kedua, Allah akan menjawab “Tidak” dan Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun jawaban “tidak” dari Allah sering sekali kita anggap sebagai bentuk ketidakadilan. Kita terkadang merasa lebih tahu apa yang terbaik untuk diri kita, padahal justru pencipta kita yang lebih tahu siapa diri kita ini.

Ketiga, Allah akan menjawab “Ya, tetapi tunggu” dan akan memberikan apa yang kita minta pada waktu yang tepat dan siap untuk mendapatkannya.

Allah selalu menginginkan yang terbaik untuk kita. Akan tetapi sering kali kita su’udzon kepada Allah. Kita yang hanya manusia biasa seharusnya malu terhadap nabi Ibrahim yang doanya baru dikabulkan setelah 4200 tahun lamanya. Ketika itu Nabi Ibrahim berdoa untuk penduduk Mekkah:

{ رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ }

(QS. Al Baqarah: 129)

Artinya : “Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang akan membacakan kepada mereka ayat ayat-Mu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Menurut riwayat Ibnu Abbas jarak antara Rasulullah SAW dengan Nabi Isa 600 tahun. Jarak atara Nabi Isa dengan Musa yaitu 1200 tahun. Jarak antara Nabi Musa dengan Nabi Ibrahim yaitu 2400 tahun. 600 + 1200 + 2400 = 4200 tahun. Jadi berapa tahun do’a nabi Ibrahim yang dikabulkan oleh Allah ? Ya, 4200 Tahun!

Nabi Ibrahim berdoa untuk penduduk mekkah. Beliau meminta seorang Rasul untuk penduduk Mekkah dari kalangan mereka sendiri. Doa Nabi Ibrahim dipanjatkan dan dikabulkan setelah 4200 tahun lamanya. Pada awalnya nabi Ibrahim hanya meminta seorang rasul sebagaimana rasul lain yang hanya memiliki batas berlaku seumur hidupnya. Akan tetapi Allah telah mengabulkan doanya lebih dari itu. Allah mengutus seorang Rasul yang memiliki batas berlakunya hingga akhir jaman. Bukan hanya itu saja, Allah telah memberikan rasul yang diutus untuk alam semesta tidak hanya untuk penduduk Mekkah saja.

Allah telah menunda dan mengabulkan doa yang lebih baik dari itu. Tidak ada yang rugi dalam doa kita. Soal kapan Allah akan mengabulkan doa kita itu bukanlah perkara yang penting. Akan tetapi, keberkahan doa itulah yang dilihat seberapa besar manfaatnya. Jadi jika sampai hari ini ada orang yang berdoa lalu besok atau lusa berkata “Kok doa saya sampai hari ini belum dikabulkan?”. Malulah kepada nabi Ibrahim. Seorang nabi saja doanya baru dikabulkan setelah 4200 tahun. Apalagi kita yang hanya manusia biasa.

 

Ditulis oleh: Fadhlan Bahrul Ihsan

SIMILAR ARTICLES