Bau Mulut (Halitosis) Saat Berpuasa

Bau Mulut (Halitosis) Saat Berpuasa

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Dokter Tomi yang saya hormati,
Dalam hadits dikatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT seperti bau kesturi. Setahu saya bau mulut (halitosis) dalam kondisi tidak sedang berpuasa bisa disebabkan oleh beberapa macam penyakit atau kondisi tidak normal tubuh. Yang ingin saya tanyakan, apa sebetulnya yang menyebabkan bau mulut pada orang yang berpuasa, padahal pada kondisi normal (tidak berpuasa) orang ini tidak memiliki bau mulut? Adakah cara untuk mengurangi bau mulut ini sehingga tidak terlalu mengganggu saat berpuasa?Terimakasih sebelumnya. Jazakallah khair.Wassalam,
Tia Tinur

 

Jawaban:

Assalamualaykum wr wb

Alhamdulillah wa sholatu wa salam ‘ala Rasulillah SAW.

Terima kasih juga kami ucapkan atas pertanyaan yang telah diberikan dan juga merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat memberikan penjelasan bagi kami atas petanyaan yang diajukan oleh ibu Tia Tinur.

Bau mulut atau yang diistilahkan dalam ilmu kedokteran dengan halitosis pada orang berpuasa memang akan meningkat intensitasnya. Hal ini terjadi sebagai sebuah hal yang alami terkait dengan beberapa faktor yang sebagiannya telah dinyatakan dengan tepat oleh ibu Tia Tinur sendiri dalam bagian pertama pertanyaannya. Saya akan mengajak ibu Tia Tinur dan pembaca untuk dapat mengerti mengenai bau mulut ini.

Apa penyebab bau mulut tidak sedap (Halitosis)?

Secara umum bau mulut tidak sedap (Halitosis) pada semua orang adalah disebabkan oleh sesuatu yang berasal dari dalam mulut orang tersebut dan juga apa yang dia makan atau minum. Bau mulut dapat disebabkan juga oleh mekanisme penyakit yang dapat bersifat lokal dalam mulut atau penyakit sistemik. Penyakit sistemik ini maksudnya penyakit yang berpengaruh terhaqdap seluruh sistem tubuh, misalnya Diabetes Melitus atau Keganasan (Cancer).

Sesuatu dalam mulut itu dapat berupa makanan sisa yang tersangkut diantara gigi, yang dapat membusuk dan kemudian menjadi tempat tumbuh kembang bakteri yang baik. Tentunya juga mekanisme tersebut menimbulkan bau mulut menjadi tidak sedap. Penyakit lokal dalam mulut dapar berupa penyakit gigi dan jaringan lunak dalam rongga mulut seperti gusi dan lidah. Makan yang kita konsumsi pun dapat menimbulkan bau mulut yang tidak sedap, misalnya bahan makanan dengan bumbu rempah yang banyak dan juga bawang. Alkohol juga menimbulkan permasalahan bau mulut. Masalah lain yang berkait dengan bau mulut pada seseorang adalah juga masalah psikologis dimana seseorang dapat saja memiliki citra bahwa dirinya memiliki bau mulut yang tidak enak dan merasakan bau mulut sebagai sebuah gangguan berarti walaupun sebenarnya orang tersebut relatif dibandingkan dengan orang lainnya memiliki bau mulut yang normal saja. Disini masalahnya sudah kepada citra diri dari orang yang bersangkutan.

Permasalahan bau mulut tidak sedap, jenis dan penanganannya.

Dalam menentukan tingkatan bau mulut yang dimiliki seseorang dapat dipakai beberapa metode pengukuran. Ada 3 metode yang biasanya sering digunakan dalam ilmu kedokteran gigi dalam mengetahui adanya gangguan bau mulut dan juga menggolongkan derajat gangguan yang terjadi. Ke 3 metode tersebut adalah pengukuran organoleptic, kromatografi gas dan monitoring sulfit. Pembagian bau mulut tidak sedap dapat dilihat sebagaimana terdapat dalam tabel berikut ini :

 

NO

JENIS

TINDAKAN

PENJELASAN

01

Halitosis

 

Bau mulut yang objektif dibandingkan dengan lingkungan normal tidak sedap.

Fisiologis

TN-1

 

Patologis

 

Disebabkan oleh penyakit

 

Dalam Mulut

TN-1 & TN-2

Penyakit berasal dari dalam rongga mulut

 

Luar Mulut

TN-1 & TN-3

Penyakit berasal dari luar rongga mulut

02

Halitosis semu

TN-1 & TN-4

Tidak terdapat bau mulut yang menggangu.

03

Halitofobi

TN-1 & TN-5

Faktor psikis

* TN : Treatments Need -> Jenis tindakan perawatan yang dilakukan

Adapun jenis-jenis tindakan perawatan yang dilakukan pada kasus bau mulut tidak sedap adalah sebagai berikut :

 

NO

KATEGORI

DESKRIPSI TINDAKAN

01

TN-1

Penjelasan mengenai halitosis dan kebersihan rongga mulut. Perbaikan kondisi bau mulut diharapkan berasal dari diri sendiri.

02

TN-2

Penanganan profesional untuk penyakit yang ada (Biasanya penyakit periodontal=gigi dan gusi) dan membersihkan rongga mulut

03

TN-3

Penanganan bersama dengan profesional untuk penyakit luar rongga mulut yang menyebabkan bau mulut tidak sedap

04

TN-4

Penjelasan profesional dan juga pengawasan terhadap kejadian bau mulut yang berpotensi timbul

05

TN-5

Rujukan psikologis dan psikiatri

* TN-1 harus dilakukan pada semua kasus yang memerlukan TN-2 sampai TN-5

 

Bagaimana dengan bau mulut tidak sedap orang berpuasa? Apa penyebabnya?

Pada orang berpuasa, mulut relatif lebih kering karena pemasukan makanan dan minuman yang terhenti untuk kurun waktu tertentu. Kondisi mulut kering merupakan pencetus utama munculnya bau mulut tidak sedap saat berpuasa. Mekanisme untuk menjaga kelembaban rangga mulut utamanya dimainkan oleh air liur kita. Pada saat puasa, dimana terjadi penghentian proses asupan makan dan minum selama kurun waktu tertentu menyebabkan jumlah air liur yang diproduksi dan dikeluarkan menjadi lebih sedikit sehingga mulut menjadi relatif lebih kering. Mekanisme air liur mencegah timbulnya bau mulut dengan menyapu sisa-sisa makanan dan juga bakteri yang ada dalam rongga mulut sehingga dengan sendirinya menjaga kebersihan rongga mulut.

Bagaimana mencegah timbulnya bau mulut tidak sedap?

Prinsip utama yang dilakukan sesuai dengan apa yang disebutkan dalam tabel penanganan permasalahan bau mulut tidak sedap adalah dengan menjaga kebersihan rongga mulut kita. Selain itu jika memang terdapat permasalahan medis yang menjadi dasar munculnya bau mulut tidak sedap, maka permasalahan tersebut harus ditanganoi secara baik terlebih dahulu. Pada orang berpuasa prinsip ini tidak jauh berbeda dan menguatkan hal lain dalam ajaran agama islam yang kita anut ini yaitu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh sendiri secara baik. Perlu ditekankan juga bahwasanya permasalahan bau mulut pada orang berpuasa, tentunya yang tidak memiliki permasalahan kesehatan yang dapat menimbulkan bau mulut tidak sedap sebelumnya, adalah sesuatu yang normal kejadiannya seperti yang telah dijelaskan di atas. Pada saat orang tersebut berbuka, produksi air liur akan meningkat dan akan melakukan fungsi utama menjaga kebersihan rongga mulut. Selain itu, ditambah dengan tindakan menjaga kebersihan rongga mulut yang lainnya seperti menggosok gigi secara teratur dan juga mengurangi makan makanan yang dapat menimbulkan bau mulut tidak sedpa akan mengurangi kemungkinan munculnya gangguan bau mulut tidak sedap.

Insya 4JJI, dengan memperrhatikan kebersihan diri saat berpuasa maka puasa kitapun akan menjadil lebih sehat dan segar. Dengan demikian ibadah yang kita lakukan pun akan semakin nikmat jalannya.

Mohon maaf atas segala kekurangan yang ada dari penjelasan ini. Segala yang benar datangnya hanya dari 4JJI SWT semata dan segala kesalahan bersumber tak lain dari keterbatasan ilmu yang ada dari insan yang lemah ini.

Wallahu’alam bishowab

Wassalamualaykum wr wb

Susatyo JP