Dunia yang nyata

Dunia yang nyata

Tidak disangka waktu cepat berlalu.  Beliau adalah insan yang kita sayangi, Insan yang kuat, dan tidak pantang menyerah, kini sudah tiada. Betapa sedihnya kawan dan ini bukanlah sebuah mimpi melainkan semua ini Nyata. Ditinggal oleh seseorang yang kita anggap akan menetap selamanya. Namun Allah swt lebih menyayanginya dan menjemput beliau ke sisiNYA.

Pada saat kita mendengar berita tentang kematian beliau, kita akan bertanya-tanya oleh pertanyaan yang seharusnya tidak pantas kita tanyakan: “Kenapa beliau harus meniggal?“ pertanyaan tersebut akan terus menerus berulang dan tidak akan ada habisnya, sehingga menguji keimanan kita.

Kawan masih Ingat ketika Nabi Muhammad saw hendak meniggalkan keluarganya dan sahabat – sahabatnya untuk selamanya? Awalnya beliau jatuh sakit beberapa hari, beliau menderita demam tinggi sehingga  Beliau tidak sanggup berjalan ke  Masjid Nabawi untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah.

Nabi Muhammad saw memberi pesan kepada Abu Bakar untuk menggantikan beliau menjadi Imam,  dan ketika Nabi Muhammad saw merasa lebih baik, beliau dipapah oleh  Ibnu Abbas dan Ali ke Masjid, Nabi saw memaksakan diri di saat beliau masih merasakan sakit. Namun saat kondisi beliau semakin memburuk, beliau meletakkan tangan beliau di atas air di sampingnya lalu berkata: „Innalil Mautila Sakarot.“ („Kematian itu benar – benar ada sakaratnya.“)  Ketika itu badan Nabi saw panas sekali.  Shahih Bukhari (Fathul-Baariy)

Nabi saw meminta izin kepada Istri – istrinya, apakah beliau boleh di rawat di rumah ‘Aisyah ra . Di rawatlah Nabi saw oleh ‘Aisyah ra, terakhir kalinya beliau ada di pangkuan ‘Aisyah ra. Ia (Aisyah) mengusap-usapkankan badan Nabi Muhammad saw sambil membaca surat Al-Mu’awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Naas). Shahih Bukhari (Fathul-Baariy)

Wafatlah beliau, Manusia yang paling mulia di Dunia ini di pangkuan ‘Aisyah ra. Beliau adalah penutup para Nabi, Rasul terakhir dan kepada beliaulah Allah swt  menurunkan Mukjizat yang sampai sekarang masih ada, dan tidak akan pernah berubah , yaitu Al Quran Al Kariim.  Anas Bin Malik mengatakan, bahwa: „Tidak ada hari yang paling gelap buat kami kecuali ketika Rasulullah saw wafat.“

Pada hari itulah semua sahabat tidak berhenti menangis, mereka  dalam keadaan percaya dan tidak percaya atas wafatnya Nabi Muhammad saw salah satunya adalah  Umar Bin Khattab, mereka tidak menyangka bahwa Manusia yang paling mulia, yang mengawal kebesaran Hidayah Manusia telah meniggalkan dunia, dunia yang masih penuh dengan kekejaman, kemungkaran, dan kegelapan untuk mengahadap Allah swt. Pada hari tersebut sahabat tidak dapat menerima kenyataan bahwa beliau telah wafat.

Segeralah masuk Abu Bakar ke tempat wafatnya Nabi Muhammad saw. Beliau membuka penutup wajah Nabi saw lalu menutupnya kembali serta menciumnya. Ia pun keluar menemui para Muslimin dan berkata:

”Amma ba’du, barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad saat ini telah mati. Dan barangsiapa di antara kalian yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Allah telah berfirman : ”Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (QS. Aali ’Imraan : 144)”.

Mendengar perkataan Abu Bakar, para sahabat menerima akan kematian rasulullah saw dan merasa tenang.

Fathimah Putri Rasulullah saw merasakan di tinggal oleh ayahnya, akan tetapi Fathimah berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Baginda Rasulullah saw.

Fathimah berkata:

”Wahai ayah, Rabb telah memenuhi doamu
Wahai ayah, surga Firdaus tempat kembalimu
Wahai ayah, pada Jibril kami kabarkan atas kewafatanmu”.
Shahih Bukhari (Fathul-Baariy)

Semua yang kita alami adalah dunia yang nyata. Seperti inilah kehidupan kita, penuh dengan duka cita. Kematian akan menjemput Manusia di mana saja Manusia berada. Kita tidak bisa menghindari Takdir yang Allah swt sudah tentukan kepada kita, kepada Insan yang kita sangat sayangi, yang kita sangat cintai, kita hanya bisa mengiringi hidup kita dengan Doa. Bagi Orang Muslim Doa adalah senjata yang kuat. Jadi apapun yang terjadi Allah swt akan tetap melindungi Hambanya.

Jika orang – orang ditimpa Musibah, mereka mengucapkan: „Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un.“ (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali) (Al-Baqarah 2:156).

Semoga kita di sempatkan oleh Allah swt untuk bertemu Kelurga dan Sahabat kita kembali di Jannah Nya.

Aamiin Ya Robbal ‘Alamin.

Refesensi:

1. Kisah Nabi Muhammad Wafat – dari Hadits Shahih Bukhari

Ditulis oleh Muhammad Hilmiy Abdullah

SIMILAR ARTICLES