Muliakanlah kedua orang tua mu Akhi

Muliakanlah kedua orang tua mu Akhi

Orang Tua kita adalah Insan yang tanpa mereka kita mungkin tidak bisa menjalankan Hidup kita ini yang penuh Berkah, di hiasi dengan Islam dan penuh dengan Iman yang kuat. Kita pasti sering kali di Nasihati oleh Orang Tua kita, karena merekalah yang bertanggung jawab dalam menghiasi kehidupan kita dengan Islam di saat kita masih kecil. Mereka yang menanggung Dosa – Dosa kita di saat kita masih belum Balig.

Merekalah yang selalu ada ketika kita sedang mengalami keresahan, ketika hati sedang dalam keadaan tidak tentram, merekalah yang mengingatkan kita: „Nak Ambil Wudhu lah, Sholat 2 Rakaat dan meminta ampunlah kepada Allah swt. Bacalah Quran, tambahlah Hafalan kamu, Insya Allah hati kamu akan tentram kembali.“

Allah swt.  telah memberi Amanah kepada kedua Orang Tua kita, agar mereka selalu menjaga kita. Di manapun kita berada Orang Tua kita tidak akan melupakan kita, akan tetapi sebaliknya mungkin terjadi. Kita yang ada kalanya lupa dengan Orang Tua kita karena Kerjaan, Kuliah dan seterusnya.

Dalam Hadits Abdullah bin Mas’ud tentang amal yang paling disukai Allah SWT.

عَبْدُ الله بن مَسْعُودٍ قال سَاَ لْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ايُّ الْعَمَلِ اَحَبُّ الى الله قال: الصَّلَاةُ على وَقْتِهَا قال: ثم اي قال:ثُمَّ بِرُّ الْوَالْدَيْنِ قال: ثم اي قال: الجِهَادُ فى سَبِيْلِ الله ( اخرجه البخاري و مسلم)

Artinya: “ dari Abdullah bin Mas’ud r.a. ia berkata: “ Saya bertanya kepada Nabi saw: amal apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala?” beliau menjawab: “ shalat pada waktunya. “ saya bertanya lagi: “ kemudian apa?” beliau menjawab: “ berbuat baik kepada kedua orang tua. “ saya bertanya lagi: “ kemudian apa?” beliau menjawab: “ berjihad(berjuang) di jalan Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Ada istilah yang kita sering dapatkan ketika kita sedang mendengarkan Ceramah tentang Kemuliaan Orang Tua, yaitu: Birrul Walidain.

Birru atau al birru artinya kebajikan dan al walidain artinya kedua Orang Tua. Jadi arti dari Birrul Walidain adalah berbuat kebajikan terhadat Orang Tua. Jadi sesudah apapun kehidupan kita, Allah swt dan Birrul Walidain adalah prioritas pertama dalamm kehidupan kita. Banyak sekali Ayat – Ayat yang menyatakan bahwa Birrul Walidain adalah kewajiban seorang anak:

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنً۬ا

Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa“. (QS. An Nisa’ : 36).

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنًا‌ۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡڪِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ۬ وَلَا تَنۡہَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلاً۬ ڪَرِيمً۬ا

Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, makajanganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan “Ha” dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun).“ (QS. Al Isra’:23).

Dan dalam Hadits pun dijelaskan kepentingan Birrul Walidain:

  1. أَحَبُّ اْلأَعْمَالِ إِلَى اللهِ بَعْدَ الصَّلاَةِ  (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT selepas Solat) (

Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas’ud ra “Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah ?” Rasulullah bersabda “Solat tepat pada waktunya”. Kemudian aku tanya lagi “Apa lagi selain itu ?” bersabda Rasulullah “Berbakti kepada kedua orang tua” Aku tanya lagi “ Apa lagi ?”. Jawab Rasulullah “Jihad dijalan Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. مُسْتَجَابُ الدَّعْوَةِ  (doa mereka mustajab)

Di antara buktinya adalah kisah ulama besar hadits yang sudah ma’ruf di tengah-tengah kaum muslimin, Imam Bukhari rahimahullah. Beliau buta sewaktu kecil lalu ibunya seringkali berdoa agar Allah SWT. memulihkan penglihatan beliau.

Suatu malam di dalam mimpi, ibunya melihat Nabi Allah, al-Khalil, Ibrahim ‘alaihis salam yang berkata kepadanya, ‘Wahai wanita, Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu karena begitu banyaknya kamu berdoa.”

Pada pagi harinya, ia melihat anaknya dan ternyata benar, Allah telah mengembalikan penglihatannya.

Hal di atas menunjukkan benarnya sabda Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam akan manjurnya do’a orang tua pada anaknya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi)

Ketika kita sedang di luar negeri untuk menuntut Ilmu, bagaimana kita bisa melaksanakan Birrul Walidain? Ini pertanyaan yang sering di tanyakan. Simple sekali, diatas dalam salah satu Hadits sudah dijelaskan bahwa Doa anak – anak yang Sholeh dan Sholehah akan di Ijabah Allah swt.

Birrul Walidain kita bisa laksanakan juga dengan sering mengkontak Orang Tua lewat Telfun atau Medsos dll. Jamana sekarang Internet semakin canggih, sudah banyak Software, Aplikasip dan seterusnya yang kita bisa pakai untuk menghubungi Orang Tua kita di Indonesia.

Yang akan menimbulkan masalah adalah Manajemen Waktu, akan tetapi kembali lagi ke niat kita masing – masing. Ketika kita berniat untuk memegang tali Silaturrahim kita kepada Keluarga, maka apapun yang kita niatkan, akan lebih mudah terlaksanakan. Tercatat juga dalam Hadits Arba’in yang pertama:

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Arti Hadits / ترجمة الحديث :

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Mari kita pegang tali Silaturrahmi kita dengan Keluarga, Sahabat kita, jangan sampai kita melepaskanya dari kehidupan kita.

Referensi:

1. http://dakwah.info/supplemen/birrul-walidain-berbuat-baik-terhadap-kedua-ibu-bapa/

2. https://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-1-ikhlas/

SIMILAR ARTICLES