Tenang, Ada Toko Halal di Eropa

Tenang, Ada Toko Halal di Eropa

Kehidupan di negeri orang memiliki keunikan tersendiri. Hidup dengan perbedaan budaya dan gaya hidup menjadi hal yang menarik untuk dialami. Seringkali kita menemukan hal-hal yang tidak bisa kita temukan di tanah air. Sebaliknya tak jarang pula kita sulit menemukan hal yang biasa kita temukan di tanah air, contohnya aneka makanan khas Indonesia.

Untuk sebagian orang yang baru mengalami masa tinggal di luar negeri biasanya lidah belum terbiasa dengan makanan non-Indonesia. Akhirnya memasak sendiri seringkali menjadi cara jitu untuk mengatasi masalah tersebut. Selain karena bisa menyajikan makanan sesuai selera, biasanya juga karena alasan ke-halal-an. Bagi yang belum begitu mengenal lingkungan barunya, makanan halal serasa sulit untuk didapat. Apalagi label halal tidak begitu mudah ditemukan seperti di Indonesia. Tapi sebenarnya jika kita menguasai bahasa setempat atau pandai mencari informasi terkait di seputar lingkungan tempat tinggal, hal tersebut bukanlah menjadi masalah yang terlalu besar.

Dengan sedikit pengetahuan bahasa kita bisa membaca komposisi setiap produk makanan yang ingin kita beli. Meskipun tidak berlabel halal, dari komposisi kita bisa bedakan mana makanan dengan kandungan bahan yang boleh dimakan dan mana yang tidak. Jika kita ingin membeli makanan yang tidak berbungkus atau tidak disebutkan komposisinya, kita bisa mencoba aktif untuk bertanya pada penjualnya tentang bahan apa saja yang dipakai untuk membuat makanan tersebut. Tentu saja kemampuan bahasa harus dibarengi dengan pengetahuan akan kode-kode zat pembuat makanan. Ada beberapa zat makanan additive yang tidak bisa kita konsumsi sebagai muslim. Biasanya karena zat tersebut dibuat dari bahan makanan yang tidak halal, seperti dari khamr.

Jeli akan informasi mengenai toko yang menjual produk halal juga menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Di Eropa toko produk halal bisa didapat dengan mudah, terutama di kota-kota besar. Biasanya pemilik toko adalah orang Asia, seperti dari Pakistan, India, atau Arab. Menariknya, mereka memajang tulisan halal di tokonya sehingga mempermudah calon pembeli untuk tahu bahwa toko tersebut adalah toko produk halal, mulai dari bahan makanan sehari-hari, daging, sampai aneka makanan siap saji.

Ditemui di Roma – Italia, restoran kebab ditemukan di banyak tempat. Dengan harga yang relatif terjangkau kita bisa mendapatkan makanan yang dijamin kehalalannya. Sama halnya dengan yang ditemui di Berlin – Jerman, ada restoran aneka makanan halal dengan cita rasa Asia, bahkan beberapa diantaranya adalah toko milik orang Indonesia. Tidak hanya di kota besar, di kota-kota kecil juga tidak menutup kemungkinan adanya toko halal yang bisa menghilangkan kecemasan soal makanan bagi seorang muslim yang tinggal di Eropa.
*artikel dipublikasikan di detik.com dan Kekita Italia, ditulis oleh Nur Alfi Ekowati – mahasiswi master jurusan Computational Logic, TU Dresden

SIMILAR ARTICLES